Powered By Blogger

Selasa, 27 Mei 2014


Sudah baca artikel yang ini?
Ini versi cerita khayalannya ya :) Berhubung masih suasana imlek jadi ceritanya tentang kue keranjang deh.
Dua sahabat Deva dan Tia pulang dari rumah temannya, Ling-Ling.
Wah, Ling-Ling baik ya, seru Deva senang. Lihat dia memberikan kita banyak kue keranjang. Aku kebagian 2. Padahal disana tadi aku sudah makan 3/4 potong. Slurp, enak.
Banyak banget. Aku tadi cuma makan 1/2. Tapi Ling-Ling memberiku 3 kue keranjang. Nih,Tia menyodorkan kue keranjang yang dipegangnya.
Apa Ling-Ling nggak khawatir kue keranjangnya habis? Kita kan sudah menghabiskan , mmh berapa ya? Deva menghitung kue keranjang yang telah mereka dapatkan.
2 3/4 + 3 1/2 = 11/4 + 7/2
= 11/4 + 14/4
=25/4
Deva terlihat asyik menghitung di selembar kertas.
Ehm 25/4. Berarti 6 1/4. Iya kan? Deva bertepuk tangan gembira karena telah berhasil menghitung kue keranjang mereka berdua. Dia menggunakan cara yang pernah dipelajarinya.
Ahitu sih lama. Ngapain kue-kue keranjang itu dipotong-potong dulu, seloroh Tia.
Deva melongo tak mengerti. Akhirnya Tia pun mengambarkan 5 kue keranjang yang dipotong menjadi masing-masing 4 bagian.
Kue keranjang yang utuh ini nggak usah dipotong seperti caramu. Jumlahkan saja 2 + 3 kue keranjang. Jadi ada 5 kue yang utuh.
Deva mengangguk paham. Tapi kue yang kita makan, bagaimana?
3/4 + 1/2 = 3/4 + 2/4 = 5/4.
Nah 5/4 alias 1 1/4. Satu kue yang utuh kita gabungkan dengan 5 kue tadi. Jadi semuanya 6 1/4, kali ini Tia yang asyik mencoret di kertas.
Oh iya..ya. Begitu justru lebih mudah, Deva tersenyum.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar